MEMBANGUN GENERASI MELALUI KEDISIPLINAN SISWA
You don't have to change that much for it to make a great deal of difference. A few simple disciplines can have a major impact on how your life works out in the next 90 days, let alone in the next 12 months or the next 3 years".
Anda tidak perlu berubah drastis untuk menciptakan perubahan besar dalam kehidupan Anda. Tetapi Anda hanya perlu menerapkan sedikit saja kedisiplinan, maka kehidupan Anda akan berubah pada 90 hari mendatang, bukan pada 12 bulan mendatang atau 3 tahun mendatang.” (Jim Rohn). Memahami disiplin Sebenarnya apa arti kedisiplinan sehingga memberikan dampak yang begitu besar? Kedisiplinan adalah sebuah sikap mental untuk melakukan hal-hal yang seharusnya pada saat yang tepat dan benar-benar menghargai waktu. Mekipun pengertian disiplin sangat sederhana, tetapi agak sulit untuk menerapkan konsep-konsep kedisiplinan tadi hingga membudaya kedalam kehidupan kita sehari-hari.
Sebuah contoh sederhana bahwa, semua orang kagum pada Mark Spitz, bintang Olimpiade tahun 1972 di Munich, Jerman. Waktu itu ia berhasil memperoleh tujuh medali emas serta memecahkan tujuh rekor dunia baru dalam olah raga renang. Adakah rahasia di balik keberhasilannya?
Ketika ditanya tentang rahasia keberhasilannya, Mark Spitz mengatakan, ”We all love to win, but how many people love to train?” – Kita semua menyukai kemenangan, tetapi tidak banyak dari kita yang menyukai latihan dengan penuh kedisiplinan. Semua orang melihat Mark Spitz menerima medali emas dengan penuh kekaguman. Namun, adakah yang memperhatikan bagaimana Mark Spitz harus melalui kedisiplinan dalam latihan keras sejak pagi, siang, sore, bahkan malam hari. Ternyata untuk mencapai prestasi tersebut Mark Spitz harus melalui latihan keras secara disiplin hari demi hari, bulan demi bulan, bahkan tahun demi tahun. Ia telah membayar terlebih dulu harga kesuksesannya.
Kita semua juga ingin memperoleh banyak kesuksesan dalam kehidupan kita. Tetapi maukah kita membayar terlebih dulu kesuksesan yang kita idam-idamkan itu? Karena untuk meraih kesuksesan kita dituntut untuk membangun sebuah kebiasaan, sebagaimana dikatakan oleh Aristoteles, seorang filsuf besar sepanjang zaman, bahwa kita adalah apa yang kita lakukan berulang-ulang (baca:secara disiplin).
Jadi, keunggulan bukanlah sebuah tindakan melainkan sebuah kebiasaan. Tidak ada cara lain untuk membangun sebuah kebiasaan kecuali melakukan sebuah tindakan secara terus-menerus berulang-ulang dengan disiplin.
Melalui kedisiplinan kita dapat mengembangkan potensi dahsyat yang ada dalam diri kita. Kita harus menerapkan dan mempraktikkannya minimal dalam waktu 30 hari. Meskipun kadang-kadang perubahan atau manfaat dapat kita rasakan setelah beberapa hari mempraktikkannya, kita bisa memperoleh hasil yang lebih dahsyat setelah kita berhasil menjalankannya selama 90 hari. Setelah itu, kita bisa benar-benar merasakan manfaatnya. Melaksanakan disiplin dalam konteks pelajar menjadi kader bangsa profesional, inovatif dan cerdas Menurut John Maxwell, penulis buku Developing The Leader Within You, ada empat hal yang harus kita perhatikan untuk melakukan pengembangan diri secara disiplin sehingga dapat membangkitkan potensi dahsyat yang kita miliki. Empat hal tersebut adalah : 1. Start with yourself (Mulai dari diri sendiri) 2. Start early (sesegera mungkin ) 3. Start small (sedikit demi sedikit ) 4. Start now (lakukan sekarang)
Kedisiplinan dalam pengembangan diri harus mulai dari diri kita sendiri. Ini berarti kita tidak bisa menyuruh orang lain melakukan latihan untuk kesuksesan kita. Contoh, untuk memperoleh nilai belajar yang baik maka anda sendirilah yang harus belajar – anda bahkan tidak bisa membayar orang lain untuk belajar bagi diri anda.
Kedisiplinan harus dimulai lebih awal. Ini berarti kita harus segera memulai suatu kebiasaan baru tanpa menunggu keadaan menjadi sempurna. Baru menjadi rajin belajar setelah memiliki meja belajar sendiri, komputer, bahkan memiliki motor adalah hal yang tidak tepat untuk dilakukan.
Kita bisa memulai belajar secara bertahap, sedikit demi sedikit. Yang terpenting adalah lakukan langkah pertama kita! Kedisiplinan adalah syarat mutlak bagi setiap kita yang akan membangun sebuah kebiasaan baru. Setiap manusia baru akan memiliki sebuah kebiasaan baru ketika dia secara disiplin melakukan hal tersebut secara terus-menerus tidak pernah terputus selama sedikitnya 30 –90 hari.
Demikian pula halnya dengan saat beribadah kepada Tuhan YME sebagai apresiasi yang terdalam dan mendapatkan kedamaian hati. Beribadah atau mendekatkan diri kepada Tuhan YME sebenarnya juga merupakan latihan kedisiplinan yang paling utama. Contohnya umat Islam yang menjalankan ibadah 5 kali sehari, umat Kristiani sekali setiap hari Minggu, umat Buddha setiap pagi dan sore, dan lain sebagainya. Kepatuhan untuk melaksanakan rutinitas ibadah sesuai aturan agama tentu saja melatih kedisiplinan, sekaligus memperkaya hati dan jiwa kita dengan kedamaian, percaya diri, kreatifitas dan energi cinta Tuhan Yang Maha Kuasa.
Selain itu, seluruh agama di dunia ini tentu menganjurkan kita menjaga kebersihan baik secara internal maupun eksternal. Maka latihan kedisiplinan meliputi kebiasaan untuk menjaga kondisi di sekeliling kita agar selalu bersih dan teratur. Bila lingkungan kita bersih dan teratur, maka kita akan merasa lebih bebas dan senang, serta pikiran kita akan lebih jernih untuk menyelesaikan tugas dan mewujudkan target-target harian tadi.
Olehnya itu dalam konteks seorang pelajar yang sedang membangun dirinya sebagai kader bangsa yang profesional, inovatif dan cerdas maka kedisiplinan bukan saja sebuah rutinitas yang perlu dipatuhi namun lebih dari itu adalah sebuah pola manajemen diri yang harus dibangun dari hal yang kecil seperti menjaga kebersihan diri, rutinintas beribadah dan rutinitas menjalankan kewajiban sebagai pelajar yaitu belajar.
Tidak ada hal yang lebih penting dalam manajemen diri dibandingkan dengan kedisiplinan. Selain pentingnya menemukan arah dan tujuan hidup yang jelas, kedisiplinan merupakan syarat mutlak untuk mencapai impian kita atau melaksanakan misi hidup kita. Kita harus disiplin dalam mengembangkan diri kita (lifetime improvements) dalam segala aspek, kita harus disiplin dalam mengelola waktu dan uang kita, kita harus disiplin dalam melatih keterampilan kita dalam setiap bidang yang kita pilih. Kita seharusnya belajar banyak dari orang-orang luarbiasa dalam sejarah umat manusia.
Pelajar perlu disiplin dalam mempelajari kesuksesan pejuang pendahulu bangsa, mempelajari kesuksesan pemimpin bangsa yang ada sekarang yang telah melakukan banyak hal yang benar dan disiplin mengarahkan kebiasaannya dengan mangadaptasi perilaku sukses yang dipelajarinya, sehingga pada akhirnya akan terbentuk generasi yang sukses. Realitas menunjukkan bahwa kesusesan masyarakat Jepang ditentukan oleh kedisiplinan mereka dalam menekuni hal-hal kecil. Dalam kereta atau di taman-taman para pelajar Jepang lebih disiplin membaca dan menyelesaikan tugas-tugas mereka dibandingkan beberapa pelajar Indonesia yang menghabiskan waktunya dengan bercanda atau mengunjungi mall sepanjang hari sepulang sekolah.
Perilaku disiplin ini menjadi pelajar Jepang bukan hanya cerdas, namun menguasai hal yang ditekuninya dengan profesional, dan tentunya inovatif yang terlihat dari sejumlah karya teknologi yang ditemukan di Jepang sementara bangsa Indonesia sebagai bangsa besar baru sebatas menjadi bangsa yang komsumtif dengan produk teknologi yang ditawarkan.
Penduduk Jepang adalah penduduk yang profesional terhadap pekerjaan mereka masing-masing, hal ini dimungkinkan oleh perilaku disiplin yang terbangun. Dampaknya adalah kemajuan drastis yang diperlihatkan Jepang merajai kawasan Asia dan merajai kompetisi teknologi dimana-mana, sementara bangsa Indonesia yang hidup diatas bentangan alam yang luas dan kaya akan sumber daya alam masih harus berbangsa dengan produk dan keberhasilan bangsa Jepang yang hidup di atas bentangan gunung api.
Dapat ditegaskan bahwa kewdisiplinan adalah wahana untuk membangun kader bangsa yang profesional, inovatif dan cerdas selama para pelajar mau mengatur dirinya untuk rutin belajar dan menguasai keterampilan dengan baik, sehingga impina menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang kompetitif bukan hal yang mustahil.
Ditegaskan bahwa kedisiplinan menuju kesuksesan menuntut kita melakukan hal-hal yang benar dan bukan hal-hal yang kita sukai. Sebuah pepatah mengatakan, “If you would live your life with ease; do what you ought, not what you please. – Jika kamu ingin mengisi kehidupanmu dengan kebahagiaan, maka selesaikan apa yang menjadi tanggung jawabmu, dan bukan hanya mengerjakan apa yang kau suka.” Meskipun melakukan hal yang benar awalnya tidak kita sukai. Tetapi bila kita mendisiplinkan diri dengan secara rutin melaksanakannya, maka berangsur-angsur kita akan menyukainya atau bahkan menjadi bagian dari kesadaran pribadi dan kita senang melakukannya.
Orang-orang yang sukses adalah orang-orang yang selalu menerapkan kedisiplinan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Cobalah menerapkan kedisiplinan dalam kehidupan, dan Anda tidak akan pernah menyesal. Bila kedisiplinan sudah menjadi bagian dari kesadaran atau budaya pribadi kita, berarti kita sudah membangun dasar yang kehidupan yang kuat sebagai seorang yang sukses dan selalu bersemangat. Selamat mencoba.

Comments

Popular Posts