DIMANA DAMAI ITU?

Entah dengan kata apa kita harus mengungkapkan keresahan kita, tarikan nafas panjang pun tak akan cukup mewakili keresahan yang dialami saat ini.
Bayangkan, saat terbangun tayangan candoleng-doleng yang menari erotis dihadapan anak-anak kecil yang belajar menelan ludah menikmati kemolekan payudara penarinya, mahasiswa kita menutup jalan menyuarakan ketidaksetujuan, membakar ban hingga menyandera kendaraan berplat merah. Anak pelajar kita berpesta narkoba di rumah kost, berpose bokep, dan sekolah dasar tak cukup terwakili dengan geng pelajar yang menjadi bentuk pencarian identitas kelompok.
Saat menuliskan posting ini dari satu sudut "Roemah Kopi", raungan sirine ambulan pengantar jenasah sejenak menghentikan cerita orang-orang, semua memandang keluar tanpa komando, terdiam sesaat, "nah, lihat yang bawa bendera..!" seru orang di dekat saya.
'kenapa?'
'lihat kayunya, pasti dia memukul orang yang lain yang berpapasan dekat dengannya!'
Betul juga, sesaat di rombongan terdepan membawa bendera putih pertanda duka, menyibak keramaian jalan Sultan Alaudin, siang itu.
"ah, biasa itu!' seperti menjadi komando bagi semua orang di cafe itu untuk kembali menikmati aktivitasnya, tak perduli lagi pada yang meninggal, atau bahkan pada ibu tua yang dibonceng oleh ojek yang terkena serempetan kayu anak muda pengantar jenasah.
Kembali, tayangan berita TV disuguhkan dengan beragam perselingkuhan, penggrebekan gudang narkoba, kasus korupsi, kasus asusila, penggrebekan rumah kost dengan pasangan selingkuh, artis yang bertengkar, kekerasan, sodomi anak, mutilasi, demonstrasi, penutupan jalan, pembakaran ban, perampokan, penipuan lewat SMS, aaaaaaaaah...!
Siang ini, hanya rumah kopi ini yang bisa menampung keluh kesah, saat dimana semua orang, dari pengangguran yang kerjanya hanya nongkrong hingga pegawai negeri yang berpangkat pun harus rela menikmati sajian sedih ini, pengapnya asap rokok ketidakpedulian dan semuanya yang membebaskan diri kita. Keluh kesah pencarian kedamaian masing-masing, tak perduli dibalur download video porno atau mencari situs pencari uang.
Damai, dimana dia berada, mungkin hanya ada saat kita mampu merasakan bahwa dia perlu hadir dalam diri kita untuk dibagi pada orang lain, bukan untuk dinikmati! Atau whatever, terserah, tidak peduli, setidaknya saya damai sesaat menuliskan keluh kesah ini di blog saya.

Comments

Ilhamhimawan said…
Assalamu Alaikum Wr. Wb.
Apa kabar Pak? thanks atas motivasinya sejak zaman SMP dulu...thanks juga sudah berkunjung ke blog sederhana saya.

Salam

ILHAM HIMAWAN
http://ilhamhimawan.com

Popular Posts