Manajemen kerja anda berjiwa pemenang atau berjiwa pecundang

  • Seekor kelinci sedang duduk santai di tepi pantai, tiba-tiba datang seekor rubah jantan besar yang hendak memangsanya. Lalu kelinci itu berkata: 'kalau memang kamu berani, hayo kita berkelahi di dalam lubang kelinci, yang kalah akan jadi santapan yang menang dan saya yakin saya akan menang'
  • Sang rubah jantan merasa tertantang, 'dimanapun jadi, masa kelinci bisa menang melaawan rubah' Sepuluh menit kemudian sang kelinci keluar sambil memegang setangkai paha rubah dan melahapnya dengan nikmat.
  • Sang kelinci kembali bersantai, sambil memakai kaca mata hitam dan topi, tiba-tiba datang seekor serigala besar yang hendak memangsanya. Lalu kelinci berata: 'kalau memang kamu berani, ayo kita berkelahi di dalam lubang kelinci, yang kalah akan jadi santapan yang menang dan saya yakin saya yang akan menang!'
  • Sang serigala marah, 'ayo kita berkelahi, dimana saja kamu mau!' merekapun bergegas masuk ke lubang, dan lima belas menit kemudian sang kelinci keluar sambil memegang setangkai paha serigala dan melahapnya dengan nikmat.
  • Sang kelinci kembali bersantai, sambil memasang payung dan sarung pantainya, dia merebahkan diri ke pasir, tiba-tiba datang beruang besar yang hendak memangsanya. Lalu kelinci berata: 'kalau memang kamu berani, ayo kita berkelahi di dalam lubang kelinci, yang kalah akan jadi santapan yang menang dan saya yakin saya yang akan menang!'
  • Sang beruang marah besar, 'ayo kita berkelahi, dimana saja kamu mau!' merekapun bergegas masuk ke lubang, dan lima belas menit kemudian sang kelinci keluar sambil memegang setangkai paha beruang dan melahapnya dengan nikmat.
  • Pohon kelapa melambai lambai, lembayung senja sudah tiba, habis sudah waktu bersantai, sang kelinci melongok ke dalam lubang sambil melambai 'hai, keluarlah, sudah sore, besok kita teruskan!'
  • Keluarlah seekor harimau besar dari lubang itu, sambil menguap harimau berkata 'kerjasama kita sukses hari ini, kita makan kenyang dan saya tidak perlu berlari kencang mengejar mangsa'
  • Cerita diatas menunjukkan bahwa kerjasama yang baik akan menghasilkan sesuatu yang baik dengan mudah, dibanding jika harus dikerjakan sendiri, dan mungkin membawa petaka, membawa kecewa yang mendalam dan berakhir dengan menyalahkan orang lain atau bahkan diri sendiri.
  • Sahabat, adakah kita diantaranya, yang memiliki jiwa pecundang yang selalu merasa harus tampil melakukan semua kerja dan membusungkan dada bahwa 'saya' adalah sang pemenang, bahwa semua karena 'saya, kalau bukan 'saya' semua tak jadi, 'saya' yang pertama, 'saya' yang membuatnya, karena pikiran 'saya'?
  • Jika tidak bersyukurlah, karena jiwa pemenang akan berpikir memenangkan sesuatu bersama-sama, memberi ruang yang sama pada tiap bidang, membuak ruang yang sama pada tiap orang di hatinya, membuka ruang yang sama dalam hak yang harus mereka terima.
  • Cerita ini mengingatkan saya akan beberapa issu di tempat kerjaku di sebuah sekolah menengah pertama ditengah kota Makassar yang padat penduduk, beberapa kegiatan tengah dilaksanakan dan terlihat setiap bidang berusaha menonjolkan keberhasilannya, dan pada akhirnya bertujuan guna mendapatkan apresiasi yang positif dari kepala sekolah tentunya.
  • Saat loma kebersihan sekolah, setiap wali kelas menggenjot siswanya untuk lebih tertib bekerja dan membersihkan sehingga susana kelas selalu terlihat segar sebersih di mall, meski para wali kelas tak pernah perduli bahwa sejak dari rumah siswa telah mendapatkan setumpuk pekerjaan domestik, dan harus dilanjutkannya di sekolah kembali.
  • Ironisnya, sekolah mempersiapkan diri menghadapi lomba adipura, setiap siswa diminta menyubangkan sejumlah uang, dan para pelaksana sibuk mengawasi kegiatan seakan bahwa kebersihan ang ada dalam pikirannya adalah harga mati yang wajib hukumnya untuk ditaati.
  • Namun yang lebih menyedihkan adalah kelelahan yang dialami oleh para wali kelas dan perangkat sekolah guna mempersiapkan lomba yang menjadi berlipat-lipat, dari pagi buta hingga sore menjelang bahkan hingga malam membalut.
  • Tak perduli, apa kata siswa, apa resah orang tua, apa saran masyarakat, 'menjadi juara adalah harga mati' dan untuk itu pimpinan sekolah tak kan pernah henti menyuarakannya di tiap pertemuan antar guru dan upacara tiap senin pagi, tana lelah.
  • Bahwa jika bukan karena saya, buka karena Ibu ini, bukan karena pak ini, maka sekolah kita akan tetap menjadi yang terkumuh di kota Makassar, ah padahal tak akan pernah bisa terbantahkan betapa lelahnya semua orang yang terlibat baik sengaja atau tidak, baik resmi tau tidak, mereka semua lelah, dan semua menjadi rubah, serigala dan beruang yang harus terkubur dan termakan oleh keinginan dan tekadnya yang begitu besar.
  • Padahal kita dapat menjadi kelinci dan harimau yang berpasangan menjebak tujuan dan membuat sistem agar keberhasilan itu datang karena di tanamkan dalam hati anak-anak, ditumbuhkan dengan contoh perilaku yang tepat, disuburkan dengan bimbingan dan dirawat dengan cinta yang tulus..
  • Jiwa pemenang selalu berfikir mengenai kerjasanma sementara sang pecundang selalu berfikir bagaimana menjadi tokoh yang paling berjaya dalam satu peristiwa, hingga untuk menghasilkan sebuah kerja dari ikatan persahabatan atau ikatan kerja maka diperlukan kerendahan hati dan keikhlasan bekerjasama meskipun dengan seseorang yang kelihatannya tidak lebih baik dari kita!

Comments

Nurul_khaliza said…
mantap...
sy setuju dengan apa yg bapak tulis..
LANJUTKAN...
:)

Popular Posts