RASA SAKIT
Ade Rai. Tentunya kita semua kenal, pria berotot besar dengan perawakan kekar melebihi kebanyakan pria lainnya. Bahkan para pria pun kagum akan keindahan dan kekekaran ototnya. lalu apa hubungannya Ade Rai dengan rasa sakit?. Ade Rai, memulai latihan keras dengan makanan yang super banyak, dengan tekad baja dan niat yang besar. Namun apakah karena telur yang dimakan, barbel berat yang dipakai latihan, niat yang kuat dan latihan yang ketat yang membuat ototnya menjadi besar?
Seorang anak terkantuk-kantuk di larut malam mengerjakan setumpuk PR dan akhirnya tersisa satu nomor yang tidak diketahuinya, dia lelah hingga dia tertidur di meja belajarnya. Rasa berat dan perih dimatanya tak mampu ditahan, esoknya dengan perasaan ngantuk dia tiba disekolah, terlambat beberapa menit dan dia harus mendapatkan hukuman begitupun PR nya yang belum selesai satu nomor, harus mendapatkan ganjaran, tanpa kompromi...sakit!
Seorang siswa berusaha menjaga persahabatannya dalam satu kelompok, dia sering menasehati temannya yang berbuat salah, membantu mengerjakan tugas-tugasnya yang sulit, memberinya kado di hari yang khusus, dan ratusan perilaku baik lainnya. Namun karena satu perilakunya yang tidak disenangi teman-temannya, dia pun dijauhi, sekarang dia tertunduk lesuk, air matanya menetes di pipi, mengingat semua usaha baik yang dilakukannya kepada semua temannya...sakit!
Seorang guru mengajarkan materi pelajarannya dengan semangat, hingga perasaan kering di lehernya terasa, di sela gurauan siswanya, beberapa tidak memperhatikan, beberapa bercanda, sang guru larut dalam pikirannya untuk membuat siswanya cerdas, berbagai cara ditempuh agar mereka bisa paham, hingga saat kelulusan, mereka semua lulus dengan baik, namun saat mereka terima gaji, yang diterima tidak lebih dari gaji seorang satpam di BUMN...sakit!
Seorang penjual es buah, sore ini tertunduk lesu menatap dagangannya yang tidak laku karena hujan baru saja turun, siapa pula yang mau minum es di saat hujan. Padahal modal yang dipakai membeli bahan adalah hasil utangan dari tetangganya. Bagaimana caranya mengembalikan utangnya sebelum lebaran tiba? bagaimana pula membelikan beberapa lembar pakaian baru dan ketupat ayam untuk anak-anaknya di hari lebaran, padahal do'a tak henti-henti pula sudah di haturkannya...sakit!
Seorang perantau yang meninggalkan keluarganya, merantau mencari pekerjaan jauh dari keluarga, tak ada yang memasak, dan mencuci untuknya, tak ada teman ngobrol, berbagi, tertawa, bercanda, menemani sedih dan lelahnya,tak ada yang tahu, dia rasa sendiri, dan saat pulang kekeluarganya, semua hanya mau tahu, dia pulang membawa setumpuk uang...sakit!
Sepasang suami istri bertengkar, ribut mempertahankan pendapat tentang cara apa yang terbaik untuk mendidik anak, untuk saling menghargai, saling menjaga kesetiaan, saling menjaga keharmonisan, sang suami telah berusaha menjaga keharmonisan dengan caranya, sang istri menanggapi dengan cara yang lain, layaknya sinetron di televisi. Kekecewaan tentunya hadir...sakit!
Sahabat, kita mungkin pernah megalami salah satunya, bahkan dengan rasa dan persoalan yang berbeda. Ya, rasa sakit yang kita derita dari kehidupan sosial kita, beberapa diantara kita sanggup menahan rasa sakit. Namun beberapa berpikir untuk menghentikan rasa sakit itu, sang siswa pun bolos menghindari hukuman, sang siswa pun menjadi sahabat yang pelit, tak mau berbagi apalagi menasehati temannya lagi, sang guru menjadi keras dengan pukulan dan hardikan, sang penjual es pun berganti dagangan, sang perantau pun kawin lagi dan mencari nafkah dijalan tak benar, dan sang suami pun mengajukan cerai pada istrinya, atau bahkan Ade Rai pun berhenti berlatih.
Tapi simaklah pengalaman;
siswa yang tidak bolos dan menjawab rasa takutnya dengan menerima hukuman akan memacu dirinya untuk mengatur jadwal belajar sehingga menjadi siswa yang cerdas, siswa yang dijauhi temannya pun akan mencari cara lain untuk tetap menjadi bagian dari temannya, meskipun mendapatkan cercaan atau pelecehan akan menjadi pemimpin di masa depan yang tangguh, guru yang tidak ditanggapi siswanya pun akan terus belajar hingga dia akan menjadi guru yang betul-betul profesional, sang penjual es yang terus belajar dari kegagalannya akan menjadi pengusaha yang ulung, sang perantau pun sukses mendapatkan karir dan keluarganya sekaligus, dan suami istri yang mau menahan rasa sakitnya saat bertengkar tanpa berpikir bercerai akan tetap bisa membina rumah tangganya yang harmonis.
Sahabat, Sekiranya Ade Rai tidak mampu menghadapi rasa sakit yang diderita ototnya saat mengangkat barbel seberat 20 kg, maka percaya ototnya tidak akan sebesar ini. Begitupun kita, sekiranya kita tak mampu menahan rasa sakit yang kita derita dari kehidupan sosial kita sehari-hari maka percayalah kita tidak akan dapat menjadi seseorang yang berarti. Karena sesungguhnya rasa sakit adalah bagian dari latihan hidup untuk membuat kita menjadi lebih kuat, lebih besar dan punya arti!.
Comments
karena itu yg saya kini rasakan..