KARENA SISWA BUKAN KELINCI PERCOBAAN !
Saya terhenyak sesaat membaca repost rekan saya: tanyakan bagaimana cara siswanya belajar!
Waktu saya bertanya mengapa banyak siswa yang remedial?
Sahabat, (siswa) adalah anak, dia adalah anugerah yang diberikan Tuhan kepada kita, sama sekali bukan milik kita, mereka adalah milik ruang dan waktu saat ini, ...saat ini, mereka berkewajiban untuk mengisi benak mereka dengan sejumlah pengetahuan sesuai kadar otak mereka, seperti mereka berhak untuk menikmati masa masa indah ..di ruang dan waktu ini.
Sahabat, waktu mereka tak banyak di ruang dan waktu ini, mereka akan beranjak dewasa, yang mereka butuhkan adalah kehidupan itu sendiri, karena mereka belajar dari bagaimana mereka hidup bersama orang dewasa !
Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia akan belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, ia belajar menyesali diri
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri
Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri
Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai
Jika anak dibesarkan dengan sebaik baiknya perlakuan, ia belajar keadilan
Jika anak dibesarkan dengan rasa mana, ia belajar menaruh kepercayaan
Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi dirinya
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan
Sehingga mungkin adil saat ini, jika kita juga bertanya pada tatanan kehidupan sekolah yang telah kita bangun?
Apakah dengan celaan, permusuhan, cemoohan dan penghinaan, atau dengan toleransi, dorongan, pujian, perlakuan baik, rasa aman, dukungan, kasih sayang dan persahabatan?
Sahabat mereka bukan kelinci percobaan dari harapan yang hanya tumbuh dalam angan angan kita, semua ada caranya,
Melakukannya, kita semua takkan sempurna, tapi kita bisa memulainya!
Comments