rasa nyaman
Sore sepulang sekolah anak gadisku, mencari celana pendek jeans kesayangannya. Saya menyebutnya celana dinas' ... sebenarnya dulu celana panjang, namun karena sudah pendek maka diputuskan untuk memotongnya setengah paha...huff, kini dia makin tinggi tentunya celana itu makin pendek.
Satu malam sebelum tidur, anak saya sibuk mencari selimut tuanya, sudah kumal sebenarnya..tapi ah apa dayaku melawan kebahagiaannya...dari pada dia tidur gelisah, saya tentu akan terbangun terus.
Syukurlah, tidur nyenyak pagi ini membuat saya bagus dengan rasa segar....seluruh badan tidak merasa ngilu...indahnya, selepas sholat subuh...tapi masih ada yang kurang...aaahh...segelas kopi panas!
Tentunya istriku akan menggerutu lagi, sebab seminggu lalu dari hasil pemeriksaan dokter saya harus mengurangi konsumsi kopi. Sediih, tapi ah apa dayaku melawan keinginan ini, istriku pun takluk pada wajah memelasku.
Ya sudah, semua berlalu, anak gadisku, junior dan saya sudah siap dengan semangat baru hari ini, duduk di teras menunggu istriku selesai berdandan, mematur, dan mencocokkan warna kerudung, dan tas dengan warna baju yang dipakainya...ah lama sekali, baju warna merah maroon yang dikenakannya pagi ini, sesuai dengan banyak seri warna merah kerudung yang dimilikinya.
Sudah jam tujuh, anak gadisku sudah tertunduk gerah menatap lipitan roknya yang mulai kusut karena duduk di kursi, junior mulai ke halaman samping, sesekali menendang bola kaki, saya pun mulai memencet hp, jaga-jaga kalau saya harus terlambat lagi pagi ini. Tapi, aaahh...apalah dayaku, melawan rasa bahagia istriku. Toh dari sore kemarin..tadi malam..hingga pagi ini kami sudah kebagian rasa nyaman, masing-masing satu!
Comments