MY HEADMASTER (Mhr) LEADERSHIP TYPICAL

Jum'at itu 15 Mei 2009 jam 07.00 pagi; keringat belum juga selesai diseka, saat seruan panjang Mhr menggema di ruang guru, ..."para guru yang telah selesai SKJ (senam kesegaran jasmani) harap segera berkumpul di ruang guru, sekarang...rapat guru segera dimulai!"
Betul, tak lama berselang, guru dengan peluh yang masih berceceran karena harus menghalau siswa untuk berada di sisi kelas masing-masing bergegas mengambil tempat, semakin jauh, semakin jauh dari posisi Mhr berada, hingga ada yang duduk berdua di satu kursi, meski kursi di dekat Mhr kosong..ups!.
Jadilah Mhr memulai rapat guru yang agung hari itu dengan duduk paling depan seperti layaknya presiden memimpin sidang kabinet..."Assalamu' alaikum warahmatulLahi wabaraktuh.....di sekolah ini setelah saya amati ternyata begitu banyak guru yang 'munafik!..tak ada kepala sekolah yang paling lama seperti saya di Makassar, saya adalah yang terbaik, terlama, ...dan guru yang tidak mampu mengikuti silahkan angkat kaki dari sekolah ini, ...beberapa guru selama saya berada di sekolah ini jangan harap akan mendapatkan kesempatan untuk sertifikasi,...saya sebagai atasan dan anda bawahan harus ikut pada keinginan saya!"
Diam, kering. sunyi, senyap malahan.. begitu terasa begitu dalam ..mengiringi hari ini..mengiringi satu rentetan kalimat yang meluncur, atau mengucur tepatnya, keluar deras dari mulut dan pikiran Mhr, entah apa padanan kata yang bisa mewakili perasaan rekan-rekan guru saat itu, hanya seketika mendorong adrenalin rekan guru, mengaktifkan kerja syaraf simpatis..hingga terasa betul, guru di sampingku tak henti-hentinya menarik nafas, ada juga yang matanya membelalak, ada yang menggigit bibirnya, meremas tangannya, bahkan sedikit lagi rekan guru yang terbilang tua (usia) menitikkan air mata, matanya sembab..sedikit lagi!.
Pun seperti perasaan saya, kecamuk kecewa karena baru saja saya mulai untuk memberikan item positif terhadap kinerja Mhr dalam pembangunan fasilitas sekolah, namun rapat hari ini betul-betul memupus harapan saya untuk berdamai dengan perasaan saya agar bisa menerima kenyataan bahwa seorang pemimpin harus memiliki tipikal kepemimpinan yang ideal seperti layaknya dalam buku.
Anehnya, kerja saraf simpatikku pun mendorong adrenalinku untuk tiba pada pemikiran kecewa pada kinerja walikota bahkan kepala dinas pendidikan yang masih menempatkan dan mempertahankan pimpinan seperti ini...ah. kenapa terlalu jauh..!
Siang hari ini, setelah usai sholat jum'at saya pun search ke internet tuk mencari tahu teori seperti apa tipikal kepemimpinan yang ada dan .. blek!.. saya temukan bahwa sangat nyata jika konsep seorang pemimpin Pendidikan tentang kepemimpinan dari kekuasaan yang memproyeksikan diri dalam bentuk sikap memimpin, tingkah laku dan sifat kegiatan pemimpin yang dikembangkan dalam lembaga pendidikannya akan mempengaruhi situasi kerja, semangat kerja anggota-anggota staf, sifat hubungan kemanusiaan diantara sesamanya, dan akan mempengaruhi kualitas hasil kerja yang mungkin dapat dicapai oleh lembaga Pendidikan tersebut.
Pun tipe kepemimpinan dapat diklasifikasikan menjadi empat tipe yaitu otoriter, laissez-faire, demokrasi, pseudo demokrasi, kurang lebih uraiannya seperti berikut:
1. Tipe Otoriter
Disebut juga tipe kepemimpinan authoritarian. Dalam kepemimpinan ini, pemimpin bertindak sebagai diktator terhadap anggota - anggota kelompoknya. Baginya memimpin adalah menggerakkan dan memaksa kelompok. Batasan kekuasaan dari pemimpin otoriter hanya dibatasi oleh undang - undang. Bawahan hanya bersifat sebagai pembantu, kewajiban bawahan hanyalah mengikuti dan menjalankan perintah dan tidak boleh membantah atau mengajukan saran. Mereka harus patuh dan setia kepada pemimpin secara mutlak.
Pemimpin yang otoriter tidak menghendaki rapat atau musyawarah. Setiap perbedaan diantara anggota kelompoknya diartikan sebagai kelicikan, pembangkangan, atau pelanggaran disiplin terhadap perintah atau instruksi yang telah diberikan. Inisiatif dan daya pikir anggota sangat dibatasi, sehingga tidak diberikan kesempatan untuk mengeluarkan pendapatnya. Pengawasan bagi pemimpin yang otoriter hanyalah berarti mengontrol, apakah segala perintah yang telah diberikan ditaati atau dijalankan dengan baik oleh anggotanya.
Mereka melaksanakan inspeksi, mencari kesalahan dan meneliti orang - orang yang dianggap tidak taat kepada pemimpin, kemudian orang - orang tersebut diancam dengan hukuman, dipecat, dsb. Sebaliknya, orang - orang yang berlaku taat dan menyenangkan pribadinya, dijadikan anak emas dan bahkan diberi penghargaan.
Kekuasaan berlebih ini dapat menimbulkan sikap menyerah tanpa kritik dan kecenderungan untuk mengabaikan perintah dan tugas jika tidak ada pengawasan langsung. Selain itu, dominasi yang berlebihan mudah menghidupkan oposisi atau menimbulkan sifat apatis.
2. Tipe Laissez-faire
Dalam tipe kepemimpinan ini sebenarnya pemimpin tidak memberikan kepemimpinannya, dia membiarkan bawahannya berbuat sekehendaknya. Pemimpin sama sekali tidak memberikan control dan koreksi terhadap pekerjaan bawahannya. Pembagian tugas dan kerja sama diserahkan sepenuhnya kepada bawahannya tanpa petunjuk atau saran - saran dari pemimpin. Dengan demikian mudah terjadi kekacauan - kekacauan dan bentrokan - bentrokan. Tingkat keberhasilan anggota dan kelompok semata - mata disebabkan karena kesadaran dan dedikasi beberapa anggota kelompok, dan bukan karena pengaruh dari pemimpin. Struktur organisasinya tidak jelas atau kabur, segala kegiatan dilakukan tanpa rencana dan tanpa pengawasan dari pimpinan.
3. Tipe Demokratis
Pemimpin ikut berbaur di tengah anggota - anggota kelompoknya. Hubungan pemimpin dengan anggota bukan sebagai majikan dengan bawahan, tetapi lebih seperti kakak dengan saudara - saudaranya. Dalam tindakan dan usaha – udahanya ia selalu berpangkal kepada kepentingan dan kebutuhan kelompoknya, dan mempertimbangkan kesanggupan dan kemampuan kelompoknya.Dalam melaksanalan tugasnya, ia mau menerima dan bahkan mengharapkan pendapat dan saran - saran dari kelompoknya.
Ia mempunyai kepercayaan pula pada anggota - anggotanya bahwa mereka mempunyai kesanggupan bekerja dengan baik dan bertanggung jawab. Ia selalu berusaha membangun semangat anggota kelompok dalam menjalankan dan mengembangkan daya kerjanya dengan cara memupuk rasa kekeluargaan dan persatuan. Di samping itu, ia juga memberi kesempatan kepada anggota kelompoknya agar mempunyai kecakapan memimpin dengan jalan mendelegasikan sebagian kekuasaan dan tanggung jawabnya.
4. Tipe Pseudo-demokratis
Tipe ini disebut juga semi demokratis atau manipulasi diplomatic. Pemimpin yang bertipe pseudo-demokratis hanya tampaknya saja bersikap demokratis padahal sebenarnya dia bersikap otokratis. Misalnya jika ia mempunyai ide - ide, pikiran, atau konsep yang ingin diterapkan di lembaga Pendidikannya, maka hal tersebut akan dibicarakan dan dimusyawarahkan dengan bawahannya, tetapi situasi diatur dan diciptakan sedemikian rupa sehingga pada akhirnya bawahan didesak agar menerima ide atau pikiran tersebut sebagai keputusan bersama.
Pemimpin ini menganut demokrasi semu dan lebih mengarah kepada kegiatan pemimpin yang otoriter dalam bentuk yang halus, samar - samar, dan yang mungkin dilaksanakan tanpa disadari bahwa tindakan itu bukan tindakan pimpinan yang demokratis.
uphh...dering ringtone kuburan...lupa..lupa..lupa ...membuyarkan keinginanku untuk tahu lebih jauh, membuyarkan konsentrasi untuk menentukan tipe kepemimpinan Mhr...hah ...semoga suatu saat nanti akan ada perubahan, bukankah pesan orang tua.."manna bombanga nia tonja alla'na" (sedangkan ombak pun punya jedah)..setiap saat orang dapat berubah, setiap sistem dapat berubah, semoga perubahan tipe kepemimpinan Mhr dapat berubah lebih baik.
Atau semoga pemimpin baru di makassar lebih tidak berpihak pada pertemanan, atau semoga legislatif baru di Makassar dapat menyusun acuan etika kepala sekolah yang akan diangkat, atau semoga kepala dinas jadi lebih peduli pada kepentingan perasaan guru, atau semoga orang tua siswa jadi lebih paham kenapa guru (mungkin) menjadi lebih apatis, atau semoga siswa jadi lebih paham kenapa guru menjadi murung. atau...uphhh !
Semoga anda mau membaca tulisan ini agar saya terbantu menentukan my headmaster leadership typical is....!

Comments

Popular Posts