RINDU ITU CINTA
seperti hujan rasanya yang datang mengguyur seketika di terik siang, saat keluar main tiba dan handphoneku berbunyi 'tidit' seorang siswa tiba-tiba mengirimkan sms dan tertulis jelas "pak kami rindu tidak diajar oleh bapak di kelas!"
Terhentak sesaat, sebab baru saja saya, Tenri, Inka dan beberapa siswa lain saling curhat tentang guru yang mengajar dikelas mereka.."ah Pak bosan, tegang sekali rasanya kalau Ibu itu masuk di kelas, stress, pingin bolos saja rasanya!"
Berkecamuk pikiran kami masing-masing, hingga saat mereka meninggalkan saya karena bel masuk berbunyi lagi..tinggal saya dengan pikiranku, mungkin narsis karena saya membandingkan diriku dengan guru yang lain, tapi ah bukan itu maksudku!
Sebab, saya pun manusia biasa yang tersinggung, marah, kecewa, sedih, merasa dipermainkan, tegang, lelah, stress, ditimpali banyak pikiran di rumah, teman, anak, istri, gaji, ..saya pun bisa seperti teman guru yang lain.
Tapi saya hanya bisa membaluri gumpalan rasa ini dengan rindu, rindu dengan protes mereka, rindu dengan cuek mereka, rindu dengan kata polos mereka, canda yang berlebihan, tingkah kasar, tawa lepas, tangis, manja, pintar, semuanya kurindu, hingga rindu itu menggayut dalam pikiranku menarik-narik hatiku hingga mereka memiliki serpihannya dalam hati mereka.
Bahkan saya pun hanya punya sepenggal untuk diriku, hingga agar diriku utuh saya harus berada diantara mereka, anak muridku, karena mereka membawa hatiku..karena mereka membawa cinta yang sesungguhnya cinta.
Ngiiiiung ngiiiung...suara bel pulang meraung menghentak lamunanku.."paaak!...assalamu alaikuummm" sambil mencium tanganku seperti biasanya...puhhh...!Aku hanya ingin bilang pada guru yang baru saja melintas dihadapanku, "teman, andai kamu bisa merasakan rindu apa yang kurasa!"
Comments